fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

Rombongan Pengantar Sering Anarkis, Ambulans Jenazah Bakal Dikawal Polisi

Promo

ADVERTISEMENT

LAYAR.NEWS, MAKASSAR – Aksi rombongan pengantar jenazah sering anarkis dan meresahkan pengguna jalan di Kota Makassar.

Bahkan, rombongan pengantar sering terlihat nekat masuk ke jalan tol.

Menindak hal tersebut, Polda Sulsel mengeluarkan surat imbauan bernomor B/54/I/HUK.7/2020/Biddokkes pada 6 Januari 2022, tentang pengawalan ambulans jenazah.

ADVERTISEMENT

Surat yang ditandatangani oleh Kabid Dokkes Polda Sulsel, Kombes Pol dr Yusuf Mawardi itu meminta seluruh Direktur Rumah Sakit se Sulsel untuk dapat menyampaikan atau berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat baik Polres maupun Polsek agar setiap ada pasien yang meninggal agar diberikan pengawalan jenazah.

Baca juga:  Gegara Pandemi, Pajak Hiburan Luwu Tak Capai Target

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes pol Komang Suartan menjelaskan, surat tersebut dikeluarkan Polda Sulsel setelah menemukan fenomena anarkis pengantar jenazah di jalan. Khususnya, pengantar yang menggunakan sepeda motor yang bahkan sampai menerobos tol.

“Dengan adanya surat imbauan tersebut, diharapkan tidak ada lagi kejadian anarkis. Pengendara motor yang ingin ikut mengantar jenazah diberikan pemahaman agar tidak mengganggu keamanan, ketertiban, dan kelancaran berlalulintas di jalan raya,” katanya.

ADVERTISEMENT
Baca juga:  Pemprov Sulsel Pangkas Habis Tenaga Honorer Tahun Ini

Apalagi pengendara motor yang masuk ke dalam jalan tol. Menurutnya, iringan pemotor pengantar jenazah yang masuk tol sangat berbahaya. Tindakan tersebut memiliki risiko kecelakaan dan merugikan masyarakat pengguna tol.

“Jalan tol itu kan berbayar, makanya disebut jalur bebas hambatan yang tidak boleh pengendara roda dua masuk,” ungkapnya.

Dia menambahkan, saat ini Kapolda Sulsel juga telah menginstruksikan kepada jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) dan Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) untuk membuat imbauan serta edukasi kepada masyarakat agar mematuhi aturan pengantaran jenazah.

ADVERTISEMENT
Baca juga:  Palsukan Dokumen Tes Covid-19, Dokter Kecantikan di Makassar Ditangkap

Suartana menekankan, bila ada masyarakat yang keluarga meninggal dunia sebaiknya meminta kepolisiam untuk melakukan pengawalan. Itu bisa dengan melaporkan ke kantor polisi terdekat.

“Kalau kemudian diminta pengawalan lalu dia tidak mau, yah laporkan saja. Itu sudah prosedur tetap,” tegas Suartana.

Baca berikutnya: Jadi Buronan, Ini Peran 3 Tersangka Investasi Bodong Makassar

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

Tiga Nama Calon Bupati Takalar Bersaing Dapatkan Rekomendasi PPP

Layar.news, Takalar - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Takalar bakal segera mengeluarkan surat rekomendasi dukungan calon bupati Takalar.Ketua DPC PPP...
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT