fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

Sederet Hal yang Dicemaskan dari Pengungsi Luar Negeri di Makassar Meski Jumlahnya Mulai Berkurang

Promo

ADVERTISEMENT

LAYAR NEWS, Makassar – Rumah Detensi Imigrasi Makassar mencatat, jumlah pengungsi luar negeri di wilayahnya mulai berkurang. Saat ini, terdapat 986 pengungsi yang ada di bawah penanganan IOM. Pengungsi ini tersebar di 16 tempat penampungan atau Community House (CH).

Menyoal penanganan pengungsi ini, Rudenim Makassar telah bertemu dalam rapat koordinasi optimalisasi dengan sejumlah pihak dan otoritas terkait. Kepala Kesbangpol Makassar, A Bukti Djufrie, selaku Ketua Satgas PPLN menekankan pentingnya koordinasi dalam menangani pengungsi. 

Terutama dalam menghadapi pilkada mendatang. Wakasat Intelkam Polrestabes Makassar, AKP Surahman menyampaikan bahwa, pengungsi di kota Makassar saat ini sudah berbaur dengan warga sekitar. Namun adanya perbedaan budaya memiliki potensi ketersinggungan.

ADVERTISEMENT
Baca juga:  MUI Sulsel Terbitkan Fatwa Aliran Sesat Hingga Satu Orang Sudah Tersangka

Kondisi yang bisa menjadi pemicu ini dianggap mencemaskan. Edukasi kepada pengungsi menjadi atensi. “Jajaran Polsek dan Camat memiliki peran penting untuk melakukan sosialisasi terkait menghargai kebudayaan masayarakat lokal kepada para imigran” ujar AKP Surahman dilansir dari laman resmi Rudenim Makassar, Sabtu, 23 Maret 2024.

UNHCR (United Nation High Commision for Refugee) yang dihadiri oleh Roberto menyampaikan, bahwa proses Resettlement atau pemukiman kembali pengungsi, masih terus berjalan. Meskipun katanya kuotanya secara nasional diprediksi akan menurun di tahun ini, 2024.

Baca juga:  Gara-gara Main Bola, Remaja di Panakkukang Makassar Bertikai

Andri Yuan selaku pimpinan IOM (International Organization for Migration) Makassar menyampaikan, bahwa dalam bulan Februari kemarin, telah dilakukan upaya perampingan tempat penampungan pengungsi. “Yang dikarenakan jumlah pengungsi yang semakin menurun,” ucapnya.

ADVERTISEMENT

Kedepannya diupayakan beberapa jalur resettlement seperti jalur pekerjaan, pendidikan maupun sponsorship. Andri Yuan bilang bahwa pihaknya terbuka untuk bekerjasama dengan instansi manapun terkait dengan kegiatan yang dapat memberdayakan pengungsi yang ada di Makassar.

Baca juga:  Perang Kelompok Jadi Atensi Saat Ramadan di Makassar

“Mereka berada di Indonesia, entah sampai kapan. Oleh karena itu harapan kami, mereka dapat berbaur dengan masyarakat lokal, semisal mereka bisa mengajarkan ibu-ibu PKK untuk membuat kue-kue tradisional khas dari negara mereka, jadi mereka juga dapat beraktivitas untuk mengurangi kejenuhan,” harap Andri.

Atang Kuswana mengatakan bahwa rapat koordinasi ini menjadi langkah penting dalam membangun sinergi untuk optimalisasi penanganan pengungsi di Kota Makassar. “Upaya bersama ini diharapkan dapat menciptakan situasi yang aman dan kondusif, terutama menjelang Pilkada yang akan datang,” tutup Karudenim.

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

Saling Ejek, Kelompok Remaja di Makassar Bentrok 5 Orang Sempat Diamankan

Dua kelompok remaja di Jalan Pampang 4, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, sempat terlibat bentrok.
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT