fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

Sederet Kemudahan Layanan Bagi Jemaah Haji Indonesia dari Arab Saudi, Apa Saja?

Promo

ADVERTISEMENT

LAYAR NEWS, Jakarta – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas telah mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq bin Fawzan Al-Rabiah di Jakarta. Pertemuan yang berlangsung selama satu setengah jam ini membahas kemudahan layanan bagi jemaah haji Indonesia. 

“Tentu kita bersyukur, Indonesia negara yang mendapatkan keistimewaan dari Kerajaan Saudi Arabia sehingga didatangi demikian banyak delegasi yang dipimpin langsung oleh Pak Menteri Haji dan Umrah,” kata Menag Yaqut dalam siaran pers yang diterima dari Bidang Humas Kemenag Sulsel, Rabu, 1 Mei 2024.

Sejumlah layanan yang memudahkan akan diperoleh jemaah haji Indonesia. Misalnya, layanan fast track di tiga bandara, yaitu: Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Adi Soemarmo Solo, dan Bandara Djuanda Surabaya. Diperkirakan sekitar 120 Ribu jemaah haji Indonesia yang akan menerima kemudahan ini. 

ADVERTISEMENT
Baca juga:  Hasil Sidang Isbat: Awal Puasa Ramadan Selasa, 12 Maret 2024

Selain itu, Indonesia juga menjadi negara pertama yang mendapat smart card, yaitu kartu elektronik yang didesain khusus untuk memberikan pelayanan kepada jemaah dan di dalamnya berisi tentang informasi seputar haji.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kemudahan perjalanan haji dan umrah yang telah diberikan kerajaan Arab Saudi kepada umat muslim di Indonesia,” imbuhnya. 

Ke depan, Menag berharap Kerajaan Arab Saudi dapat memfasilitasi dan memberikan solusi terkait keterbatasan ruang di Muzdalifah dan Mina. “Kami berharap dukungan dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi terkait space di Musdalifah dan Mina yang sangat terbatas. Kami juga berharap ada sinergi platform haji antara Indonesia dengan Arab Saudi,” ujar Gus Men, begitu ia akrab disapa. 

ADVERTISEMENT

Ia juga menyampaikan, Indonesia akan mengikuti aturan haji dan umrah yang ditetapkan pemerintah Saudi, termasuk terkait penggunaan visa. “Bagi travel dan biro perjalanan yang memberangkatkan jemaah harus menggunakan visa resmi,” ucapnya.

Baca juga:  Pemkot Target 35 Ribu Pekerja Rentan di Makassar Terdaftar BPJS 

“Pasti akan ada tindakan tegas dari kerajaan Arab Saudi bila travel dan biro perjalanan tidak mengikuti aturan resmi begitu juga dari Kementerian Agama akan memberikan sanksi tegas bagi travel tersebut,” ujar Gus Men. 

Hal senada diungkapkan Menteri Haji dan Umrah Saudi Tawfiq Al-Rabiah. “Kunjungan bilateral kami ini untuk memastikan layanan yang akan diberikan kerajaan Arab Saudi khususnya kepada jemaah haji Indonesia,” tuturnya.

ADVERTISEMENT

“Kami di Kerajaan Arab Saudi merasa tersanjung melayani jemaah haji terutama jemaah dari Indonesia dan kami berharap para jemaah mendapat pelayanan terbaik,” imbuh Menhaj Tawfiq F Rabiah. 

Ia menyampaikan, Kerajaan Arab Saudi sudah membuat aturan yang memudahkan jemaah seperti visa dan smartcard kepada jemaah. “Jadi jemaah yang bisa melaksanakan ibadah haji adalah jemaah yang memiliki visa haji resmi dari Pemerintah Arab Saudi,” sambungnya. 

Baca juga:  Kenzo Nambu Bersaing 5 Besar Top Skor Sementara Liga 1, Segini Jumlah Golnya

Dikatakan Menhaj Tawfiq F Rabiah dari seluruh jemaah haji di dunia, jemaah haji Indonesia yang pertama mendapatkan smart card atau kartu resmi keberangkatan haji dari Kerajaan Arab Saudi. 

“Kartu elektronik ini didesain khusus untuk memberikan pelayanan kepada jemaah yang didalamnya berisi tentang informasi seputar haji. Kartu ini akan membantu jemaah untuk mengetahui lokasi-lokasi yang menjadi tempat pelaksanaan ibadah haji,” ujarnya. 

Menhaj Saudi pun menegaskan bahwa tidak akan ada yang diizinkan menjalankan ibadah haji kecuali jemaah yang memiliki visa haji resmi dari Kerajaan Arab Saudi. “Fatwa ulama Saudi tidak membolehkan visa di luar prosedural digunakan untuk melaksanakan ibadah haji.”

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

5818 Calon Mahasiswa Baru Unhas Lolos UTBK SNBT 2024

Sebanyak 5818 calon mahasiswa baru Universitas Hasanuddin berhasil lolos dalam proses Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) tahun 2024.
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT