fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

Sederet Masalah Lalu Lintas di Sulsel yang Jadi Atensi Otoritas Gabungan

Promo

ADVERTISEMENT

LAYAR NEWS, Makassar – Direktur Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Selatan, Kombes I Made Agus Prasatya mengatakan, dalam upaya mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), diperlukan kerja sama atau kolaborasi antar stakeholder. 

Gabungan otoritas ini membahasnya dalam forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ). “Hal ini mengingat sinergitas antar pemangku kepentingan sangat diperlukan dalam menjaga kondusifitas masyarakat dalam menjaga keteraturan dan ketertiban berlalu lintas,” katanya dalam siaran pers yang diterima, Selasa, 27 Februari 2024.

Baca juga:  3 Hari ke Depan di Awal Mei 2024, Ini Daerah Berpotensi Cuaca Buruk di Sulsel

Menurut Kombes Agus, hal ini juga sebagai upaya untuk menekan kecelakaan lalu lintas (lakalantas). Untuk itu, diperlukan tindakan preemtif melalui sosialisasi bersama, dan  preventif upaya pencegahan pelanggaran hukum melalui patroli bersama. 

ADVERTISEMENT

Serta represif yakni melakukan penindakan hukum melalui tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Kombes Made Agus, menyampaikan potret Kamseltibcarlantas Sulsel 3 tahun terakhir. 

Baca juga:  PKB Klaim Pasangan Anies-Cak Imin Menang 60 Persen di Sulsel

Meliputi, permasalahan lalu lintas terkini antara lain masalah pelanggaran melawan arus, penertiban knalpot tidak standar, Over Dimensi-Overload (ODOL), aksi freestyle jalanan, pengatur lalu lintas ilegal “pak ogah” dan pengawalan jenazah ilegal.

Made Agus, memaparkan upaya Ditlantas Polda Sulsel dalam menjabarkan pilar ke-4 Program Keselamatan Lalu Lintas. “Yaitu mewujudkan manusia berkeselamatan, termasuk inovasi ETLE,  yang diterapkan dalam upaya penegakan hukum bidang lalu lintas,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT
Baca juga:  Pj Gubernur Sulsel dan Wali Kota Makassar Sidak Harga Pangan di Pasar Panakkukang

Dirlantas Polda Sulsel, menawarkan suatu konsep model kolaborasi forum LLAJ melalui teori Administrasi Publik-Kolaborasi dari Emerson-Nabatchi dan teori penguatan kapasitas Grindle yang bisa dijadikan tools atau alat kerja bantu, untuk menyelesaikan sederet masalah Kamseltibcarlantas di Sulsel di era transformasi digital saat ini.

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

Saling Ejek, Kelompok Remaja di Makassar Bentrok 5 Orang Sempat Diamankan

Dua kelompok remaja di Jalan Pampang 4, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, sempat terlibat bentrok.
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT