fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

Selain Pejabat Kementan, KPK Juga Cegah Istri, Anak dan Cucu SYL ke Luar Negeri

Promo

ADVERTISEMENT

LAYAR NEWS — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memberlakukan larangan bepergian ke luar negeri untuk Menteri Pertanian (Mentan) nonaktif, Syahrul Yasin Limpo, serta delapan orang lainnya. 

Dalam daftar tersebut, ada tiga anggota keluarga dari politikus Partai NasDem tersebut, yaitu Ayun Sri Harahap (dokter/istri SYL), Indira Chunda Thita (Anggota DPR RI, anak SYL), dan A Tenri Bilang Radisyah Melati (pelajar/mahasiswa/cucu SYL).

Selain itu, pejabat-pejabat Kementerian Pertanian yang terkena larangan tersebut meliputi Kasdi Subagyono (Sekjen Kementan RI), Muhammad Hatta (Direktur Alat dan Mesin Pertanian Kementan RI), Zulkifli (Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementan RI), Tommy Nugraha (Direktur Pupuk dan Pestisida Kementan RI), dan Sukim Supandi (Kepala Biro Umum dan Pengadaan Kesekjenan Kementan RI).

ADVERTISEMENT
Baca juga:  Praperadilan Ditolak, Firli Bahuri Sah Berstatus Tersangka Dugaan Pemerasan SYL

“Dengan telah bergulirnya penyidikan perkara dugaan korupsi di Kementan RI, maka sebagai bentuk back up & support dalam memperlancar proses penyidikan tersebut, saat ini KPK telah ajukan sembilan orang untuk dicegah melakukan perjalanan ke luar negeri,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Juma, 5 Oktober 2023.

“Mereka adalah para tersangka dan pihak-pihak terkait lainnya dalam perkara tersebut,” sambungnya.

Pencegahan ke luar negeri yang diajukan oleh KPK ditujukan kepada Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) untuk periode awal selama enam bulan, yaitu dari Oktober 2023 hingga April 2024. Kemungkinan pencegahan ini bisa diperpanjang jika diperlukan dalam konteks penyidikan lebih lanjut.

ADVERTISEMENT
Baca juga:  Kapolri Perintahkan Bareskrim Kawal Penyidikan Kasus Pemerasan SYL

“Mereka yang dicegah agar tetap berada di dalam negeri, sehingga KPK ingatkan untuk para pihak tersebut, kooperatif mengikuti proses hukum ini diantaranya dengan hadir memenuhi agenda pemanggilan dari tim penyidik,” tegas Ali.

Proses penyidikan dugaan korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan) melibatkan tindakan penggeledahan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penggeledahan dilakukan di berbagai lokasi, termasuk rumah dinas Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, pada tanggal 28-29 September. Tim penyidik KPK berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk dokumen, perangkat elektronik, serta sejumlah uang dalam mata uang rupiah dan asing.

Baca juga:  SYL Dijemput Paksa, Tiba di KPK dengan Tangan Terikat

Selain itu, kantor Kementan RI juga telah digeledah oleh KPK pada tanggal 29 September. Dalam upaya paksa penggeledahan ini, KPK mencari dokumen dan barang bukti lain yang dapat berhubungan dengan kasus tersebut.

ADVERTISEMENT

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, dan kasusnya telah naik ke tingkat penyidikan sekitar bulan Juli 2023. Dengan peningkatan status hukum ini, Syahrul Yasin Limpo bersama pihak lainnya telah diizinkan untuk ditetapkan sebagai tersangka dalam penyelidikan kasus ini.

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

Nelayan yang Hilang di Perairan Bulukumba Ditemukan, Begini Kronologinya

LAYAR NEWS, Makassar - Tim SAR gabungan berhasil menemukan nelayan yang sempat dinyatakan hilang karena tak kembali ke rumah...
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT