Selasa, Januari 26, 2021

Sering Kerokan? Berikut Manfaat dan Bahayanya

Layar Tips

Ini Manfaat Kopi Bagi Kesehatan Tubuh, Juga Dampak Negatifnya

Layar.news - Mengonsumsi secangkir kopi di pagi hari sudah menjadi kebiasaan rutin sebagian orang.Minum kopi dipilih karena cita rasanya...

5 Kesalahan Umum Merawat Tanaman Hias

Memelihara tanaman hias tidak bisa sembarangan. Nah, berikut kesalahan umum dalam merawat tanaman hias...

Ini 7 Usaha yang Aman Saat Krisis di Tengah Pandemi Corona

Ini 7 Usaha yang Aman Saat Krisis Ditengah Pandemi Corona

LAYAR.NEWS – Kerokan adalah terapi tradisional yang konon dapat menyembuhkan sejumlah penyakit. Kerokan merupakan teknik yang meliputi penggoresan kulit menggunakan suatu alat. Di Indonesia, kerokan sering kali menggunakan koin untuk media goresnya.

Goresan pendek atau panjang di kulit akan merangsang sirkulasi mikro jaringan lunak, sehingga dapat memperlancar peredaran darah. Hal ini diduga dapat membantu mengatasi masuk angin.

Sementara itu, di Cina, kerokan lebih populer dengan sebutan gua sha. Teknik ini bertujuan untuk menghilangkan chi alias energi statis yang konon bertanggung jawab terhadap peradangan. Dengan menggores kulit, energi chi dapat terpecah sehingga mengurangi peradangan dan memicu pemulihan.

Kerokan umumnya dilakukan pada punggung, bokong, leher, lengan, dan betis. Tekanan yang diberikan biasanya ringan, namun juga dapat meningkat secara bertahap, tergantung kemampuan pasien menahan rasa nyeri yang timbul.

Dengan kemampuannya untuk mengurangi peradangan, manfaat kerokan yang dirasakan adalah mengurangi rasa nyeri kronis.

Baca Juga:
Manfaat Kerokan bagi Kesehatan

Melansir dari Klik Dokter, kerokan juga dapat mengurangi gejala penyakit berikuti ini:

Nyeri Kepala Migrain
Kerokan memiliki potensi untuk mengurangi gejala migrain. Penelitian menyebut, wanita berusia 72 tahun dengan nyeri kepala kronis yang mendapatkan terapi kerokan selama 14 hari merasakan gejala penyakit yang membaik.

Sayangnya, hasil dari penelitian tersebut masih belum dapat generalisasikan pada semua orang. Masih butuh banyak penelitian lanjutan untuk memastikan manfaat kerokan untuk meredakan nyeri kepala migrain.

Nyeri leher
Pada suatu studi, 48 partisipan terbagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama mendapatkan terapi kerokan dan kelompok kedua mendapatkan bantal pemanas untuk mengurangi nyeri leher.

Setelah 1 minggu, kelompok yang mendapatkan terapi kerokan menyatakan nyeri yang lebih minim dari pada kelompok yang menggunakan terapi bantal pemanas.

Perimenopause
Wanita yang mendekati masa menopause akan mengalami gejala perimenopause. Gejala tersebut meliputi insomnia, fase menstruasi yang tidak teratur, kecemasan, rasa lelah berlebihan, serta hot flush.

Wanita dengan gejala perimenopause yang mendapat terapi kerokan selama 15 menit, seminggu sekali mengalami tingkat keluhan yang lebih minim.

Hepatitis B
Infeksi virus hepatitis B menyebabkan peradangan pada organ hati, bahkan hingga bisa merusak dan menimbulkan jaringan parut atau luka.

Pada suatu kasus, memberikan terapi kerokan pada pria dengan enzim hati yang tinggi (yang menandakan adanya peradangan organ hati). Dua hari setelahnya, pria tersebut mengalami penurunan kadar enzim hati.

Hal tersebut menunjukkan, kerokan diduga memiliki potensi untuk mengurangi peradangan hati. Namun, masih perlu memastikannya dengan berbagai studi lanjutan.

Sindrom Tourette
Sindrom tourette meliputi gejala yang dapat muncul tiba-tiba, seperti kedutan pada wajah dan berdeham.

Kombinasi kerokan dan terapi lainnya seperti akupunktur, herbal, dan perubahan gaya hidup ternyata dapat mengurangi gejala sindrom ini hingga 70 persen. Namun, belum bisa menjadikan hal tersebut sebagai patokan. Masih butuh banyak studi lanjutan untuk

Efek Samping Kerokan bagi Kesehatan

Kerokan merupakan prosedur yang relatif aman. Namun, goresan pada saat kerokan dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah kecil di permukaan kulit. Sehingga menimbulkan memar.

Apabila terjadi perdarahan saat kerokan, hal tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit yang menular melalui luka. Maka dari itu, sebaiknya membersihkan media penggores, baik sebelum maupun sesudah menggunakannya.

Apabila Kamu baru saja dioperasi dalam 6 minggu terakhir, hindari kerokan. Jika Kamu sedang rutin mengonsumsi obat pengencer darah maupun memiliki gangguan pembekuan darah, sebaiknya menghindari kerokan. Agar tidak menimbulkan efek samping yang merugikan kesehatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Layar Terkini

Pemprov Sulsel Teken MoU SPAM Regional Mamminasata

Pemprov Sulsel tandatangani kesepakatan terkait Sistem Penyediaan Air Minum di kawasan Maminasata.

Layar Populer

Layar Terkait