fbpx
No menu items!

Sering Salah, Ini Perbedaan OVO Finance Indonesia dengan Dompet Digital OVO

LAYAR.NEWS – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencabut izin usaha perusahaan pembiayaan PT OVO Finance Indonesia (OFI). Kabar ini lantas membuat panik pengguna dompet digital OVO.

Pasalnya, banyak yang menyangka perusahaan tersebut adalah platform dompet digital OVO yang dimiliki oleh PT Visionet Internasional.

Untuk lebih jelasnya, berikut perbedaan OVO Finance Indonesia dan dompet digital OVO yang dikutip dari Kompas.com:

OVO Finance Indonesia

PT OVO Finance Indonesia adalah perusahaan pembiayaan yang beralamat di Gedung Lippo Kuningan Lantai 17 Unit D, Jalan HR Rasuna Said Kav B-12 RT 017 RW 07, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, 12940.

Pencabutan izin usaha OFI dilakukan karena perusahaan mengembalikan izin usaha atas dasar keputusan pemilik perusahaan, karena pertimbangan faktor eksternal dan internal PT OVO Finance Indonesia.

Kini, setelah izin OVO Finance dicabut OJK, maka PT OVO Finance Indonesia dilarang menggunakan kata finance”, “pembiayaan”, dan/atau kata yang mencirikan kegiatan pembiayaan atau kelembagaan syariah dalam nama perusahaan.

Hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 112 POJK Nomor 47/POJK.05/2020 tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan Perusahaan Pembiayaan dan Perusahaan Pembiayaan Syariah.

Sebagaimana diketahui, izin OVO dicabut OJK melalui Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-110/D.05/2021 tanggal 19 Oktober 2021 lalu.

Dompet Digital OVO

Sementara dompet digital OVO merupakan layanan dari PT Visionet Internasional. Berbeda dengan OVO Finance Indonesia, perusahaan ini bergerak di bidang uang elektronik dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan OVO Finance Indonesia.

“OVO Finance Indonesia adalah perusahaan multifinance yang tidak ada kaitan sama sekali dan tidak pernah menjadi bagian dari kelompok perusahaan uang elektronik OVO (PT Visionet Internasional) yang mendapatkan izin resmi dari Bank Indonesia,” tegas Head of Public Relations OVO Harumi Supit.

Layanan OVO bisa digunakan untuk bertransaksi di semua merchant bertanda OVO Accepted Here dan mengumpulkan serta menggunakan OVO Points di merchant bertanda OVO Zone.

Harumi memastikan bahwa layanan uang elektronik OVO tetap berjalan normal. Artinya, pengguna layanan dompet digital OVO tetap bisa melakukan transaksi seperti biasa karena tak terkait dengan kejadian OJK cabut izin usaha OVO Finance Indonesia.

“Semua operasional dan layanan uang elektronik OVO dan perusahaan-perusahaan di bawah OVO Group berlangsung seperti biasa, normal, dan tidak ada masalah sama sekali,” ucap Harumi.

Baca berikutnya: Sederet Masalah Biang Kerok Garuda Indonesia Bangkrut