Rabu, 3 Maret 2021
No menu items!

Sindir Pejabat Pemkot Ingin Pindah, Dewan: Terlihat Bodoh

Promo

Gastros Resto & Cafe Hadirkan Diskon 25% All Food Menu

Promosi ini berlangsung sepanjang Februari 2021, dan untuk mendapatkan promo diskon ini cukup mudah.

Sambut Imlek, Phinisi Hospitality Bertabur Promo

Selain promo menginap, hotel-hotel yang tergabung di Phinisi Hospitality juga menyiapkan bonus angpao

Dapatkan Rumah Impian di Bukit Baruga dengan Diskon Rp200 Juta

Promo Fibrasi ini, pelanggan juga dapat DP ringan mulai 5%, angsuran mulai Rp2 jutaan, hingga free biaya notaris.

LAYAR.NEWS, MAKASSAR – Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar, Kasrudi mengatakan sejumlah pejabat Pemkot Makassar yang pindah ke unit kerja di Pemprov Sulsel terlihat bodoh. Ia menilai mereka tidak memperlihatkan kinerja yang bagus.

Baca juga:  Musda Hipmi, Putra Amir Uskara Dukung Hari Paramuda

“Kalau saya bilang yang mau pindah ke tempat lain, malah saya lihatnya bodoh. Berarti dia tidak punya program dan kinerja yang bagus di kota Makassar. Kalau dia punya program dan kinerja dia ikut bersaing untuk mengikuti lelang jabatan nanti,” tegas Kasrudi di Gedung DPRD Kota Makassar, Selasa (26/1/2021).

Juru bicara Bamus DPRD Makassar ini menuturkan, kemungkinan besar di masa kepemimpinannya Danny-Fatma akan melakukan lelang jabatan. Sehingga mereka bisa mengikuti tidak harus berpindah ke tempat yang lain.

“Kenapa tidak mempersiapkan diri dengan program kinerja yang bagus ikut lelang juga. Bukan hal yang tidak mungkin mereka bisa terpilih kembali,” terang Kasrudi.

“Paling bagus dia mengabdi di Makassar kembali. Karena kalau dia pindah artinya dia tidak mau lagi melihat Makassar lebih bagus ke depan. Sementara pak Danny ke depan kemungkinan akan melelang kembali jabatan,” tambahnya.

Baca juga:  Danny-Fatma Menang, Nunung Dasniar: Sejarah Baru Makassar

Diduga, para pejabat ini khawatir akan di-non-job-kan saat Danny Pomanto dilantik sebagai Wali Kota Makassar. Karena tidak netral pada Pilwali Makassar 2020 lalu.

Baca juga:  DPRD Minta Pemkot Pertimbangkan Rencana Nikah Massal

“Pak Danny itu adalah Wali Kota Makassar bukan Wali Kota kelompok dia harus mengayomi warga kota Makassar,” tutup Rudy.

Sebelumnya, Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengatakan, pejabat pemkot yang ingin pindah ke Pemprov itu merupakan hak bagi setiap pegawai. Ia pun mengungkapkan bahwa beberapa pejabat sudah menghadap langsung untuk mengajukan permohonannya.

“Kalau saya prinsipnya kita beri peluang karena di satu sisi itu adalah hak PNS, di satu sisi memang ada regulasi untuk itu yang mengatur sehingga tentu sudah melalui pertimbangan yang matang bahwa di tempat yang baru dia bisa lebih berbuat (berbakti) ,” ujarnya belum lama ini.

“Sudah ada beberapa yang mengajukan ke BKD. Ini adalah hal yang biasa untuk memaksimalkan sumbangsih pelayanan,” lanjut Rudi.

Baca berikutnya: Dewan Soroti Pelantikan Pejabat Fungsional ULP Makassar

Terkini

Dinyatakan Ilegal, Kominfo Blokir Snack Video

Situs web Snack Video memang saat ini tidak bisa lagi diakses, aplikasi Snack Video pun mulai tidak bisa digunakan

Populer

Berita Terkait