fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

Sudah 943 Konten Hoaks Jelang Pemilu 2024 Diidentifikasi

Promo

ADVERTISEMENT

LAYAR NEWS — Ketua Komite Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Silma Agbas menyebutkan telah mengidentifikasi 934 informasi hoaks terkait politik jelang pelaksanaan Pemilu 2024 atau periode Januari-September 2023. Dia pun prediksi akan meningkat drastis mengingat kampanye politik yang sudah dimulai.

Silma mengatakan pada periode 1-15 November saja, sudah ditemukan sekitar 49 hoaks terkait politik, walaupun hoaks terkait Palestina dan Israel masih mendominasi. Namun, berkaca dari kampanye 2019, ada 133 hoaks yang ditemukan terkait pasangan calon Jokowi-Ma’ruf dan 93 hoaks terkait Prabowo dan Sandiaga Uno. 

“Makanya kita dari Mafindo berharap sekali masyarakat aware tentang preventing ini, jadi mereka ilmunya edukasi soal pemilu juga dapat, jadi ketika kampanye start ari ini, mereka sudah aware terhadap hoaks-hoaks yang masuk,” ujar Silma pada paparannya di Jakarta Pusat, Selasa (28/11/2023).

ADVERTISEMENT
Baca juga:  Gibran Bilang Tidak Ada Perubahan, Adanya Keberlanjutan

Silma mengatakan saat ini hoaks yang ditemukan bukan hanya terkait pasangan calon, melainkan juga tentang pelaksanaan pemilu dan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Selain itu, hoaks yang ditemukan kebanyakan berupa video dengan teks.

Menurut data dari Mafindo, dari 49 konten hoaks pada bulan November, 12 konten di antaranya membahas terkait kandidat ataupun potensi kandidat, 1 konten terkait TNI, 3 konten terkait pemerintah pusat, 2 konten terkait kandidat ataupun kandidat potensial + kategori lainnya, dan 1 konten terkait pemerintah pusat + kategori lainnya.

“Hoaks tentang kandidat kebanyakan tentang pencalonan dan dukungan politik, tetapi ada beberapa hoaks yang menyerang kandidat dengan isu SARA, kriminalitas, kecurangan pemilu, atau karakter/gaya hidup negatif,” tulis laporan tersebut. 

ADVERTISEMENT
Baca juga:  Facebook Masih Menjadi Sarang Penyebaran Hoaks Politik, Disusul X.com  

Adapun sasaran hoaks terbanyak adalah Gibran Rakabuming Raka dengan 2 hoaks positif dan 3 hoaks negatif. Kemudian, ada Ganjar Pranowo dan Prabowo yang masing-masing disasar 4 konten hoaks. Lalu, Anies Baswedan disasar 2 konten hoaks, yang terdiri atas konten hoaks positif dan negatif.

Lebih lanjut, jumlah unggahan terkait pemilu 2024 sudah ada lebih dari 2.200 di aplikasi. Adapun sudah ada lebih dari 276.100 keterlibatan komentar dan impresi pada postingan.

Oleh karena itu, melihat begitu banyaknya hoaks menjelang tahun politik ini, media sosial TikTok meluncurkan Pusat Panduan Pemilu 2024, seiring dengan komitmen platform untuk menghapus misinformasi yang berbahaya.

ADVERTISEMENT
Baca juga:  Toleransi dan Hal yang Dicemaskan ke Generasi Muda di Makassar

Selain itu, Public Policy & Government Relations TikTok Indonesia Faris Mufid mengatakan TikTok akan mulai melarang adanya iklan politik. Namun, konten politik masih dapat diperbolehkan dengan sejumlah batasan tertentu.

“Yang dilarang di TikTok itu iklan politik bukan konten politik. Konten politik itu monggo, silahkan. Sepanjang sesuai dengan panduan komunitas. Iklan politik itu seluruhnya, semua tipe iklan politik itu dilarang di TikTok,” ujar Faris.

Faris mengatakan selama namanya iklan, hal tersebut tidak diperbolehkan, walaupun yang membuat pemerintah, TNI, atau bahkan artis. 

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

Saling Ejek, Kelompok Remaja di Makassar Bentrok 5 Orang Sempat Diamankan

Dua kelompok remaja di Jalan Pampang 4, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, sempat terlibat bentrok.
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT