Selasa, 19 Januari 2021
No menu items!

Wabah Norovirus Kembali Serang Anak-anak di China

Headline

Warga Blok 10 Perumnas Antang Kembali Mengungsi Akibat Banjir

Sebanyak 129 jiwa warga di Blok 10 Perumnas Antang, kembali mengungsi di Masjid Jabal Nur akibat banjir.

Jenazah Korban Sriwijaya Asal Makassar, Disambut Isak Tangis Keluarga

Isah tangis mewarnai kedatangan jenazah Ricko Maluhette di rumah duka jalan Puri Asri Raya No 11 Tello, Kota Makassar, Sabtu (16/1/2021).

Data Basarnas: 45 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa Sulbar

Data Basarnas Mamuju mencatat, 45 orang meninggal dunia, akibat gempa susulan yang mengguncang Mamuju dan Majene Sulawesi Barat (Sulbar).

LAYAR.NEWS – Di tengah pandemi Covid-19, China kembali bergulat menghadapi wabah norovirus.

Lebih dari 50 anak taman kanak-kanak di Zigong, Provinsi Sichuan, terinfeksi Norovirus pada Rabu (25/11/2020).

Departemen kesehatan distrik Yantan menerima laporan, tentang anak-anak taman kanak-kanak yang muntah. Kemudian dikonfirmasi bahwa anak-anak tersebut terinveksi norovirus pada Kamis (26/11/2020).

“Setelah penyelidikan epidemiologi dan tes asam nukleat, Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) memastikan bahwa muntah itu disebabkan oleh infeksi norovirus,” ungkap Departemen Kesehatan, yang dikutip dari Global Times, Jumat (27/11/2020).

“Semua anak dalam kondisi stabil dan menerima perawatan di rumah sakit dengan gejala ringan,” lanjutnya.

Baca Juga:

Sebagian besar anak-anak TK terbut mengalami kuntah-muntah. Berdasarkan laporan kasus muntah paling awal terjadi pada Rabu pagi. Diikuti oleh siswa lainnya pada sore harinya. Sepulang sekolah, para orang tua siswa terus melaporkan kasus muntah dan diare kepada guru TK.

Anak-anak yang terinfeksi dikirim ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Staf di CDC distrik kemudian mengambil sampel dan mencari tahu penyebab dari penyakit tersebut.

Sebelumnya, Pada 13 November, lebih 30 siswa di sebuah sekolah menengah di Provinsi Fujian, China Timur juga terinveksi virus ini. Menyebabkan penghentian sementara kegiatan belajar mengajar.

Pada 29 Oktober, sejumlah murid taman kanak-kanak di Provinsi Liaoning, China Timur Laut, juga terinfeksi. Buntutnya, taman kanak-kanak tersebut tutup untuk sementara.

Awal Oktober, wabah serupa juga terjadi di sebuah universitas di Provinsi Shanxi, China Utara, yang membuat layanan kesehatan perguruan tinggi itu kewalahan.

Norovirus adalah jenis infeksi yang sama lebih menyeramkan dari virus corona (Covid-19). Karena, termasuk penyakit menular. Bedanya, norovirus dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan makanan yang terpapar. Virus ini menyerang sistem pencernaan.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, gejala umum infeksi norovirus meliputi diare, muntah, mual, sakit perut, demam, sakit kepala, dan Pegal-pegal.

Sejauh ini, belum ada vaksin norovirus yang di pasaran. Namun, pada Februari 2019 lalu, otoritas China menyetujui uji klinis untuk vaksin tetravalen pertama di dunia melawan virus. Setelah empat tahun pengembangan, secara teoritis dapat mencegah 80 hingga 90 persen infeksi norovirus.

Layar Terkini

Warga Blok 10 Perumnas Antang Kembali Mengungsi Akibat Banjir

Sebanyak 129 jiwa warga di Blok 10 Perumnas Antang, kembali mengungsi di Masjid Jabal Nur akibat banjir.

Berita Terkait