fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

WHO: China Rahasiakan Data Mentah Virus Covid-19, Ada Apa?

Promo

ADVERTISEMENT

LAYAR.NEWS – General Director World Health Organization (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan bahwa tim peneliti kesulitan untuk menyimpulkan bagaimana virus corona (covid-19) mulai menyebar ke manusia.

Hal tersebut karena Pemerintah China tidak memberi akses data mentah kepada para peneliti.

Melansir dari Reuters pada Rabu (31/3/2021), disebutkan bahwa China menolak memberikan data mentah tentang kasus awal Covid-19 kepada tim peneliti WHO. Hal tersebut berpotensi mempersulit upaya untuk memahami bagaimana pandemi dimulai.

ADVERTISEMENT

“Dalam diskusi saya dengan tim, mereka mengungkapkan kesulitan yang mereka hadapi dalam mengakses data mentah,” ujar Thedros yang dikutip melalui CNBC.

“Saya berharap studi kolaboratif di masa depan mencakup berbagai data yang lebih tepat waktu dan komprehensif,” lanjutnya.

Baca juga:  3.600 Orang Lebih Terkubur dalam Puing-puing Gedung di Jalur Gaza, 1.770 di Antaranya Anak-Anak

Diketahui, WHO mengirimkan tim investigasi ke Wuhan, China, pada Januari hingga Februari 2021 lalu. Tugas tim ini mengungkap asal usul Covid-19. Setelah melakukan investigasi, tim tersebut membuat sejumlah kesimpulan.

ADVERTISEMENT

Salah satunya virus berasal dari kelelawar ke hewan kemudian menginfeksi manusia. Kesimpulan lainnya, kecil kemungkinan virus Covid-19 berasal dari kebocoran laboratorium. Namun bagi Tedros masalah ini masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

“Saya tidak percaya bahwa penilaian ini cukup ekstensif,” ujar Tedros Adhanom. “Data dan studi lebih lanjut akan dibutuhkan untuk mencapai kesimpulan yang kuat,” tambahnya.

Pemimpin tim WHO, Peter Ben Emberek mengatakan ‘sangat mungkin’ virus telah menyebar pada Oktober atau November 2018 di sekitar Wuhan dan berpotensi menyebar ke luar negeri lebih awal dari yang didokumentasikan sejauh ini, di mana virus ini dideteksi pada Desember 2019.

ADVERTISEMENT
Baca juga:  IDI Makassar Sarankan Tunda Pembukaan Bioskop dan THM

“Kami mendapat akses ke cukup banyak data di banyak area berbeda, tetapi tentu saja ada area di mana kami mengalami kesulitan untuk mendapat data mentah dan ada banyak alasan bagus itu itu,” terangnya, mengutip undang-undang privasi dan batasan lainnya.

Dikarenakan kendala data mentah tersebut, Amerika Serikat dan 12 negara lainnya segera menyerukan agar CHina memberikan ‘akses penuh’ ke semua data kepada para ahli independen.

“Sama pentingnya bagi kami untuk menyuarakan keprihatinan bersama bahwa studi pakar internasional tentang sumber virus SARS-CoV-2 ditunda secara signifikan dan tidak memiliki akses ke data dan sampel asli yang lengkap,” kata pernyataan bersama yang dirilis dari web Departemen Luar Negeri AS.

Baca juga:  Seluruh Jemaah Haji 1440/2023 Wukuf di Arafah Hari Ini

Pernyataan tersebut ditandatangani oleh pemerintah Australia, Kanada, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Israel, Jepang, Latvia, Lithuania, Norwegia, Republik Korea, Slovenia, Inggris Raya, dan Amerika Serikat

“Sangat penting bagi para ahli independen untuk memiliki akses penuh ke semua data terkait manusia, hewan, dan lingkungan, penelitian, dan personel yang terlibat dalam tahap awal wabah yang relevan untuk menentukan bagaimana pandemi ini muncul,” kata pernyataan itu.

Baca berikutnya: Mantan Istri PNS Bisa Dapat Separuh Gaji, Ini Syaratnya

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

Perjuangan Berat Timnas Menanti di Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026

Secara peringkat dunia perjuangan Indonesia memang berat untuk bisa langsung lolos dari babak ketiga karena bercokol dengan sejumlah negara kuat Asia.
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT