fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

620 Jiwa Terdampak Banjir di Pulau Taliabu

Promo

ADVERTISEMENT

LAYAR NEWS, Jakarta – Lebih dari 600 jiwa terdampak  banjir di Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara, hingga Senin, 27 Mei 2024. Kejadian ini terjadi setelah adanya hujan dengan intensitas tinggi pada pekan lalu, Kamis, 16 Mei, pukul 02.00 WIT.

Berdasarkan data per Senin, populasi terdampak berjumlah 620 jiwa atau 155 KK. Tidak ada laporan adanya korban jiwa atau pun mereka yang luka akibat banjir. Saat banjir terjadi, tinggi muka air sekitar 50 cm yang merendam dua desa, yakni Desa Talo dan Desa Wayo. Keduanya berada di Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu.

Baca juga:  Kondisi Terkini Banjir di Mimika Papua Tengah, 495 Keluarga Terdampak

Selain itu, kerugian telah didata oleh BPBD yang menyebutkan gorong-gorong penghubung Jalan Desa Talo dan Desa Wayo terputus, jembatan penghubung Rumah Sakit Ratahaya dan Desa Bobong tidak bisa dilalui kendaraan, serta satu jembatan penghubung Dusun Bobong dengan Dusun Fangahu rusak ringan. 

ADVERTISEMENT

“Kondisi tersebut membuat jalur lalu lintas kendaraan menjadi terhambat,”  tulis keterangan dalam siaran pers yang diterima dari Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Selasa, 28 Mei 2024.

Baca juga:  Pemerintah Pastikan Perangkat Desa dan Honorer Tidak Dapat THR

BPBD Kabupaten Pulau Taliabu bersama TNI, Polri, dan unsur terkait melakukan kerja bakti bersama masyarakat dan  membuat jalan darurat. BPBD juga melakukan pemutakhiran data  terhadap rumah warga pada Desa Bobong dan Desa Wayo.

“BNPB mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Pulau Taliabu  agar selalu waspada terhadap potensi banjir susulan yang masih bisa terjadi,” imbauan BNPB kepada masyarakat.

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

68 Kasus Kebakaran di Makassar Sejak Januari-Juni 2024, Objek Ini yang Terbanyak

Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar mengumumkan data penanganan kasus sepanjang Januari hingga Juni 2024.
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT