No menu items!

Makassar News Port Investasi Luar Biasa Bagi Negara

Promo

LAYAR.NEWS, MAKASSAR – Deputi I Kantor Staf Presiden (KSP) bidang Infrastruktur, Energi dan Investasi, Febry Calvin Tetelepta, menilai bahwa Makassar New Port (MNP) memiliki nilai yang sangat strategis.

Menurutnya, investasi yang dibuat PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) tersebut merupakan sumbangan yang luar biasa bagi bangsa dan negara.

“Kita tahu persis bahwa prospek itu akan kita sambut pada 2023 nanti, ketika 1 juta TEUs peti kemas dilayani oleh Pelindo IV, dan MNP merupakan pelabuhan yang strategis di Indonesia Timur,” ujar Febry pada Kamis (3/6/2021).

Menurutnya, posisi Makassar menjadi hub yang strategis bagi semua komoditas regional Indonesia Timur untuk keluar. Baik itu ke Indonesia Barat atau pun ke mancanegara.

“Oleh sebab itu, MNP memiliki nilai yang sangat strategis. Investasi yang dibuat oleh Pelindo IV di Sulsel ini merupakan sesuatu yang luar biasa sumbangannya bagi bangsa dan negara,” tegas Febry.

Baca juga:  PT Pelindo Datangkan 4 Unit Alat Bongkar Muat Pacu Pertumbuhan di Indonesia Timur

Dia mengatakan, Pelindo IV dialiri oleh dua alur kepulauan laut Indonesia yang strategis, yaitu ALKI II dan ALKI III yang masuk dalam wilayah BUMN operator kepelabuhanan ini.

Baca juga:  Pertamina Salurkan Bantuan Kesehatan ke Posko Bencana Gempa Sulbar

Hal itu membuat arus barang yang akan dilayani oleh Pelindo IV atau di Pelabuhan Makassar, baik ke pasifik maupun ke asia yang lain, merupakan sebuah peluang bisnis yang luar biasa.

“Dan 1 juta TEUs peti kemas nanti itu tidak bisa dilayani hanya dengan sebuah infrastruktur yang biasa-biasa saja, gak bisa. Harus dengan sesuatu yang high tech, dengan infrastruktur yang bisa membuat konektivitas ini bisa berjalan dengan baik. Konektivitas yang dimaksud adalah bukan hanya di laut, tetapi juga di darat. Nah oleh sebab itu secara sengaja, kami mempersiapkan jalan tol yang terkoneksi dengan MNP, kami juga mendorong untuk jalur kereta api ini agar juga terkoneksi dengan MNP, sehingga dorongan barang dari dan ke MNP ini bisa berjalan dengan baik,” bebernya.

Dia juga menambahkan, setelah menjadi pelabuhan hub Indonesia Timur, MNP akan menjadi pusat industri kargo yang besar di Indonesia Timur. Oleh sebab itu, dia berharap, agar MNP tidak hanya sekedar bermanfaat bagi masyarakat di Sulawesi Selatan, tetapi juga menjadi alat penyokong ekonomi secara regional.

Baca juga:  Pelindo IV Catat Pertumbuhan Trafik Arus Kapal di Tahun 2020
Baca juga:  H+5 Lebaran, Pelabuhan Masih Terapkan Pengetatan Penumpang

“Kita lihat Maluku yang menjadi lumbung ikan nasional. Di sana ada 3 Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) dan ada kurang lebih 5 provinsi, yakni Maluku Utara, Maluku, Papua, Papua Barat maupun Sulawesi Utara dan Gorontalo. Ini akan menjadikan MNP sebagai pelabuhan yang strategis. Di mana MNP tidak hanya sekedar melayani kebutuhan dan sirkulasi barang di Sulsel dan sekitarnya tetapi sekali lagi saya bilang, ini regional ya Indonesia Timur,” jelasnya.

Tol Urat Nadi MNP

Sementara itu terkait akses MNP, Febry mengakui jalan tol menjadi pernting. Menurutnya akses tol itu perlu walaupun hanya 1,5 km. Karena akan menjadi urat nadi dari mulut MNP untuk masuk ke konektivitas di jalan arus utama.

“Itu penting dan kita harus dorong. Tadi Pemkot Makassar bilang bahwa dalam waktu 10 hari ini sudah ada penlok (penentuan lokasi). Lalu kita juga sudah verifikasi bahwa irigasi itu bukan aset dari Balai Besar Wilayah Sungai di Makassar, tetapi merupakan aset pemerintah kota. Maka tadi Pemkot Makassar melalui Sekretaris Daerahnya mengatakan bahwa dia yang akan langsung menangani itu secara baik,” pungkasnya.

Baca juga:  Jelang Lebaran, Pelindo IV Bagi-bagi Ribuan Paket Sembako
Baca juga:  Pertamina Wujudkan Desa Mandiri Lewat Pembangunan VCMC

Baca berikutnya: Pelindo IV-KSOP Kelas I Sorong Teken MoU Pemanduan dan Penundaan Kapal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terkini

Jeritan Pemilik Warkop di Tengah Pengetatan PPKM Mikro

Warkop indentik sebagai tempat nongkrong malam hari. Lantas bagaimana nasibnya di tengah pengetatan PPKM?

Populer

Berita Terkait