fbpx
No menu items!
ADVERTISEMENT

Serahkan Amicus Curiae ke PN Makassar Respons Gugatan 2 Media, LBH Pers: Bisa Jadi Pertimbangan Hakim

Promo

ADVERTISEMENT

LAYAR NEWS, Makassar – Kasus gugatan terhadap media dan jurnalis di Kota Makassar hingga saat ini masih bergulir di Pengadilan Negeri. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Jakarta pun memasukkan Amicus Curiae sebagai opini kepada majelis hakim. 

Direktur LBH Jakarta, Ade Wahyudi, mengatakan bahwa Amicus Curiae merupakan upaya atau langkah yang dilakukan untuk memberikan pertimbangan terhadap hakim terkait gugatan terhadap media dan jurnalis. 

“Ini menjadi salah satu upaya selain menjadi pendampingan secara langsung, menjadi kuasa hukum ataupun kampanye non litigasi,” katanya dalam siaran pers yang diterima dari Koalisi Advokasi Jurnalis Sulsel, Rabu, 8 Mei 2024.

ADVERTISEMENT
Baca juga:  Advokat Terlapor Sesalkan Ketua Bawaslu Jeneponto Lapor Warga dengan UU ITE

Ade mengatakan, majelis hakim memiliki kewajiban untuk melihat rasa keadilan. Ketika hakim ingin melihat rasa keadilan sumbernya bisa dari mana saja. “Saya pikir sumbernya dari manapun baik itu penggugat, tergugat, masyarakat, termasuk Amicus Curiae,” ungkapnya. 

Ia memandang, gugatan ini bukan layaknya seperti sipil biasa, tapi ada kepentingan publik yang berpotensi terhambat. Karena yang tergugat adalah perusahaan media dan jurnalis. “Perusahaan pers yang dijamin oleh Undang-Undang Pers mendapatkan perlindungan hukum tapi ini malah jadi tergugat,” ujarnya. 

Baca juga:  Ketua DPRD Rudianto Lallo Motivasi Mahasiswa UMI Pentingnya Skill

Meskipun pengadilan tidak bisa menolak gugatan namun penggugat yang juga merupakan mantan pejabat publik harus disoroti. Karena konten yang dijadikan gugatan memiliki kepentingan publik yang luas. “Ini bukan semata-mata gugatan biasa. Tapi dibalik itu ada motif misalnya pembangkrutan media,” ucapnya. 

ADVERTISEMENT

Perwakilan Ombudsman RI Sulsel, Aswiwin Sirua, mengatakan, seorang pejabat publik harus terbuka karena pada prinsipnya mereka ada untuk melayani masyarakat. Sehingga paradigma melayani itu harus melekat. 

Baca juga:  Presiden Jokowi Kunjungi Kawasan Wisata Kuliner di Labuan Bajo

“Paradigma melayani itu yang harus melekat pada seorang pejabat publik mulai dari yang paling bawah sampai pejabat yang paling atas,” imbuhnya menyudahi.

ADVERTISEMENT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ADVERTISEMENT

Terkini

Silaturahmi Momen Iduladha, Ini Sederet Hal yang Jadi Atensi Pj Gubernur dan Kapolda Sulsel

Pj Gubernur Prof Zudan Arif Fakrulloh, memanfaatkan momen hari raya Iduladha ini untuk bersilaturahmi dengan Forkopimda.
ADVERTISEMENT

Populer

Berita Terkait

ADVERTISEMENT