Rabu, 3 Maret 2021
No menu items!

Inspektorat Periksa Sekda Sulsel Terkait Dana Bansos

Promo

Gastros Resto & Cafe Hadirkan Diskon 25% All Food Menu

Promosi ini berlangsung sepanjang Februari 2021, dan untuk mendapatkan promo diskon ini cukup mudah.

Sambut Imlek, Phinisi Hospitality Bertabur Promo

Selain promo menginap, hotel-hotel yang tergabung di Phinisi Hospitality juga menyiapkan bonus angpao

Dapatkan Rumah Impian di Bukit Baruga dengan Diskon Rp200 Juta

Promo Fibrasi ini, pelanggan juga dapat DP ringan mulai 5%, angsuran mulai Rp2 jutaan, hingga free biaya notaris.

LAYAR.NEWS, MAKASSAR – Nama Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Abdul Hayat Gani ikut terseret dalam kasus penyalahgunaan dana Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19.

Baca juga:  Rumah-Mobil Dibakar, Indah Putri Minta Pendukung Tetap Tahan Diri

Nama Abdul Hayat keluar dari pernyataan mantan Kepala Bidang Linjamsos Sulsel, Kasmin yang terlibat dalam kasus penyalahgunaan dana bansos tersebut.

Terkait hal itu, Plt Kepala Inspektorat Sulsel Sri Wahyuni mengaku telah menemui Abdul Hayat Gani guna memintai keterangan. Namun, Ia enggan membeberkan hasil dari pertemuan tersebut.

“Kalau dimintai keterangan tentu pernah. Tapi sekali lagi kalau kita mau untuk mendapatkan informasi bahwa dari sisi inspeksi itu tidak,” ujar Sri Wahyuni..

Meski begitu, Sri wahyuni menegaskan, penyalahgunaan anggaran Bansos Covid-19 yang melibatkan sejumlah pejabat di lingkup Pemprov Sulsel merupakan jenis pelanggaran berat.

“Kalau misalnya ada pelanggaran saya tidak mau menyebut nama. Tapi Itu jenis pelanggaran berat,” tegasnya.

Sri Wahyuni menjelaskan bahwa ASN yang terlibat dalam pelanggaran tersebut terancam sanksi sesuai PP 53 tahun 2010 tentang disiplin ASN. Yakni dengan sanksi terberat berupa pemecatan.

Baca juga:  Edhy Prabowo Ajukan Surat Pengunduran Diri ke Jokowi

“Jadi PP 53 banyak tingkatannya, yang jelas tentu berdasarkan pelanggaran. Disesuaikan dengan pelanggaran apa yang dilakukan kemudian sanksinya apa. Yang jelas sepanjang ini yang bisa kami sampaikan adalah menjatuhkan sanksi, hukuman disiplin berat,” lanjutnya.

Baca juga:  Ditangkap KPK, Begini Laporan Kekayaan Edhy Prabowo

Ia menambahkan, jika ditemukan kerugian daerah maka akan ada pengembalian oleh pelaku yang terlibat.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah meminta kepada Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) untuk mengusut kasus tersebut dalam pertemuannya bersama OPD.

“Tadi saya sudah bilang pastikan. Kalau salah harus dihukum, tidak boleh tidak. Sanksi kan kita sudah serahkan ke penanggung jawab, kita copot jabatannya,” ucap Nurdin.

Baca Berikutnya: WHO Terbitkan Pedoman Baru Perawatan Pasien Covid-19

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terkini

Dinyatakan Ilegal, Kominfo Blokir Snack Video

Situs web Snack Video memang saat ini tidak bisa lagi diakses, aplikasi Snack Video pun mulai tidak bisa digunakan

Populer

Berita Terkait